Jadi sekarang saya hanya termenung di depan laptop dan menghadapi nasib bahwa laporan kerja praktek saya yang belum kelar juga..
Tiba-tiba dalam kegiatan blogwalking yang saya lakukan ke blog teman-teman gereja saya, sesuatu terlewat dalam otak saya.
Mungkin saya hanyalah seseorang yang sungkan mengatakan apa yang ada di pikiran saya. Saya takut ditolak. Saya lebih suka berharap daripada menginisiasi, karena rasa sakit yang diterima saat kita berharap tentunya tidak akan sebesar saat kita telah menginisiasi sesuatu. Hoping is much way too easy than act itself.
Saya sungkan mengatakan betapa banyak saya merindukan teman-teman saya. Saya takut saat saya mengatakannya dan ternyata dia tidak merasa hubungan kami sebenarnya tidak sedekat itu. Mungkin memang, kita tidak harus memberi kesempatan pada pikiran negatif dalam diri kita untuk berkuasa.
" Teman kita bukanlah dukun yang selalu bisa membaca isi pikiran kita. "
Seorang sahabat pernah berkata, saat dia merindukan seseorang, dia akan langsung mengusahakan menjalin komunikasi dengannya dibandingkan hanya sekedar menunggu berharap.
But i am afraid....
canda ding, gw pasti bisa kok hahahaha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar