Kamis, 31 Oktober 2013

Senin, 02 September 2013

Lucu

Alkisah, saya kembali berselancar di dunia maya dan sedang concern dengan topik pelayanan, atau yang dalam bahasa Inggris sering disebut ministry.
Well, kadang tidak sangka juga, saya bisa termasuk menjadi salah satu pelayan di tempat ibadah saya. Honestly, terkadang saya memikirkan, pelayanan memerlukan hati yang mantap karena menurut saya acap kali orang-orang melayani hanya untuk jadi ajang tempat latihan bakat doang. Entah itu dapat berupa menjadikan tempat ibadah sebagai tempat les vokal, tempat les alat musik atau tempat les public speaking.
Hmmmm...

Well, setelah browsing dan googling, saya mendapat beberapa poin yang menurut saya menarik sebagai pelayan Tuhan, terutama bagi anak muda yang rentan galau kayak saya ini #lho. Kalau kata Jeremy Teti : "Saudara.. Saudara.. Berrrhati-hatilah.." hahaha
Check this out :)
1. Pelayanan belum memiliki visi yang jelas 
     Jangan sampai saat melayani, kita hanya selalu terpaku pada pola pikir "Yang penting isi waktu luang"

2. Tidak memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan
     Percuma lah kita selalu melayani di tempat ibadah namun HPDT kita tidak coba untuk diperbaiki. Saya tidak mengatakan semua pelayan wajib memiliki HPDT yang bagus, tetapi penekanan saya disini adalah mengenai kesadaran pentingnya.

3. Terpaksa melayani
     Ini salah satu hal yang harus diwaspadai juga! Jangan sampai kita melayani karena ditunjuk secara terpaksa. Pengukuhan hati sebagai pelayan baiknya dibawa dalam doa terlebih dahulu, bukan karena asal sistem tersebut berjalan saja.

4. Kasus <3
     Wah ini kacau sih bro. Gw melayani agar gw bisa satu tim pelayanan sama doi. Atau bisa juga agar status saya dipandang lebih baik oleh si doi yang notabene bukan pelayan.


Sekian aja :)
Tulisan ini dibuat dengan pemikiran belum matang jadi maaf untuk ketidakcocokan topik atau pemilihan kata yang digunakan.
Zai jian

Rabu, 28 Agustus 2013

random thinking

Kasih itu tulus dan ia tidak mudah berubah melalui intimidasi orang lain..
Selama kita tulus, tidak perlu takut dengan asumsi atau pikiran negatif orang lain

Sabtu, 24 Agustus 2013

kasih

Kasih itu sabar ; Kasih itu murah hati ; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.


Nampaknya kasih itu sangat sempurna, bukan? 
Ia seperti senyuman yang tidak pernah berhenti dan matahari yang tidak pernah terbenam. Saat kita menerima kasih, rasanya seperti hidup kita terasa lengkap dan tidak ada hal lain yang lebih kita inginkan selain terus mendapatkan kasih tersebut.

Tapi tahukah kamu? Ternyata mengasihi itu sulit. Saya sendiri seringkali menuntut dan mudah kecewa dengan orang lain karena mungkin saja kasihku tidak berbalas dengan orang tersebut. Kasih membutuhkan pengorbanan.

Namun tiba-tiba saya tertohok dengan sebuah pernyataan.. (IT'S SUPER EFFECTIVE *cem main pokemon gitu)

If you start to calculate love, then maybe you've already lost the essence of love.

Ini semua pasti karena sifat kemanusiaan kita :(

Tapi saya percaya tiada yang mustahil :)

Kamis, 22 Agustus 2013

The World After Doomsday

Sedikit imajinasi dari dalam otak seorang calon sarjana teknik..

The World After Doomsday

Alkisah, manusia hidup di planet Bumi. Mereka hidup dengan segala sifat kemanusiaan mereka. Tawa, tangis, canda, haru mewarnai kehidupan mereka. Tak lupa juga ada perasaan saling mengingini, saling menjatuhkan orang lain muncul di tengah kehidupan.

Tuhan, Sang Pencipta Alam Semesta, pun murka melihat para manusia yang tidak bisa hidup rukun dan bersyukur atas hidup mereka. Tuhan berencana mengirim balai tentaranya untuk memusnahkan peradaban manusia yang ada di planet Bumi. Hari itu dinamakan menjadi Hari Kiamat.

Tetapi manusia-manusia ini menggunakan apa yang dinamakan akal pikiran mereka untuk bertahan hidup. Prof Oakley berhasil membuat suatu terobosan dimana manusia bisa menyimpan jiwa mereka dalam benda mati. Dan diputuskan bahwa Robot adalah suatu medium yang sangat tepat karena mampu dirakit sedemikian rupa untuk membantu kegiatan manusia. 

Perintah Tuhan kepada para balai tentaranya adalah untuk memusnahkan seluruh manusia, bukan untuk memusnahkan robot yang telah diisi dengan jiwa manusia.. Oleh karena itu, sebagian kecil umat manusia mampu selamat dari Hari Kiamat yang konon katanya ditakuti oleh banyak orang.

Tetapi Tuhan bukanlah Pihak yang bisa dibodohi. Dia pun mengirim Executioner, sejenis robot tandingan untuk melacak dan membasmi sisa-sisa kehidupan manusia yang ada di muka bumi.

Salah seorang pemuda berniat untuk mengakhiri ini semua, namun dia bingung harus memulai dari mana.
Bagaimanakah perjalanan anak muda ini?


--------------------- to be continued ----------------------


Lebay sih bob imajinasinya hahaha
Well, saya orangnya emang sangat suka berimajinasi namun sangat terbatas dalam kemampuan menuangkan ide dalam bentuk coretan keras. 
Semoga ide ini bisa digunakan untuk hal yang bagus.hahaha